PhotoAlt

Because “you” didn’t include in the “guys” on that sentence. Tbh.

melepas rindu

aku tidak bisa bayangkan bagaimana hari pertama ku kalau aku tidak bertemu dengan sebut saja Julian (tentu, nama kita samarkan demi kesenangan penulis) aku melambaikan tangan dengan gembira lalu membebankan bawaanku padanya.

aku terlalu lelah dengan perjalanan dan aku tidak punya waktu untuk menjadi mandiri dan tidak menerima pertolongan. aku mengikuti langkah temanku dan membiarkan dia memutuskan semua hal. aku lalu mendapati aku sedang duduk di tempat makan yang tidak aku kenal sebelumnya dengan smuti beri yang membuatku merasa surga itu nyata.

aku bertanya tentang taruhan-taruhan bola dan tentang perempuan-perempuan yang tidak menginginkannya. aku tertawa karena dia membuatku sadar kalau tidak ada orang yang selalu bahagia karena cinta. ha! ha! ha!

hariku di sejauh ini menyenangkan,aku suka sekali bertemu teman-teman lalu menceritakan dan mendengarkan cerita yang hampir sudah pernah kita bahas di berupa-rupa percakapan virtual.

aku sangat suka tentang melepas rindu. jika saja melepasmu bisa semenyenangkan itu ya ha ha ha ha ha.

dear tedddd!

Dear Teddy,

Selamat merayakan Nyepi.

Apa yang terjadi sekarang? Aku hampir tidak tau lagi, sejak im3 tidak melayaniku dengan baik aku jarang ditelfon lagi olehmu di sunyinya pagi dan pekatnya dini hari.

Apa kamu ingat tentang anak laki-laki yang kita bicarakan di jalanan menuju lampu merah kedutaan Arab(?), aku rasa aku belum memiliki kesimpulan apa-apa. Aku terus-terusan berusaha meyakinkan diri sendiri, aku menanyakan pada diri sendiri pertanyaan yang kamu tanyakan setiap hari saat aku tertawa bahagia ketika handphoneku berdering lalu beberapa detik kemudian aku memijit kepala

Lin dan Ayya tidak mau mendengar kabar ku, mereka selalu merasa aku kemanjaan dan mereka tidak ingin aku tergantung pada orang lain. mereka berkedok sedang mendidikku untuk menjadi wanita mandiri, cih.

Aku bisa melakukan semuanya sendiri dari kapan tau (kecuali identifikasi udang saat aku penelitian, dilakukan oleh temanku bernama kentang, hanya itu saja dan oh hadiah untuk dosen penguji dibelikan ijah, itu saja) dan sekarang mereka menunjukku seolah-olah aku sudah membuat repot nusa bangsa. Terakhir kali aku bertemu mereka di Jakarta, sebelum mereka berdua berlibur bersama tiga orang temanmu lainnya (bukan temanku) dan aku rasa itu bisa disebut pertengkaran, setelah itu aku tidak bicara lagi pada mereka berdua lalu aku berteman baik dengan sibotak (masih temanmu) yang kalah taruhan mulu.

Aku berbagi derita yang sama dengan Agus, meskipun aku tidak merasa menderita dengan kekalahan MU tapi aku tau bagaimana rasanya kalah taruhan, meskipun aku tidak pernah taruhan, aku mengerti rasanya kalah tanpa harus ikut bertarung. Dan aku memutuskan agus cocok jadi temanku, lagipula dia tidak terlalu pintar aku sama sekali tidak merasa terintimidasi berteman dengannya bagaimana mungkin dia tidak tau kalau Gosling adalah orang Canada (aku berhak donk membuat standar pintar sesukaku)

Aku menulis di blog karena mungkin kamu akan gembira akhirnye membaca dear Teddy, setelah seumur-umur aku menulis untuk anak laki-laki yang bahkan tidak membaca blogku. Hahahahaha.

Aku mengirimimu email, segerahlah upload mereka ke yusendit demi persahabatan indah yang kita bina bersama. Aku menyertakan nomor telfonku yang lain di email, jadi sempatkan diri untuk menelfon aku akan memberikanmu tata kalimat baru untuk mengumpat lin dan kita bisa bersama-sama mengucilkannya dari dunia persilatan. Dan kalau kamu tidak ada di pihakku biarkan aku tau dari awal, jadi aku akan siapkan kalimat-kalimat umpatan untukmu juga.

Apa kamu tau kalau orang-orang bilang kita saling membenci, Peter bilang begini… kira kira begini aku tidak bisa pastikan karena waktu dia bicara lewat telfon “how come you hate Ted that much, but you still friend him this close”

Aku menjawab dengan “why not?” lalu dia menyimpulkan aku membecimu. Kemampuanku untuk tidak memberikan jawaban dan membuat orang bisa menarik kesimpulan kadang membuatku kaget.

Lalu temanmu, aku tidak sudi menyebut namanya bilang begini padaku “I guess Teddy hates you” karena dia kamu mengirim semua email dengan good morning ms/mr/mrs/mate/ibu/bapak dan padaku kamu selalu memulainya dengan “eh, jon”.

Bagaimana mungkin hanya karena kamu mengirim email dengan eh jon si bodoh itu berasumsi kamu membenciku. APA KAMU MEMBENCIKU TEDDY?

Aku menulis ini sampai halaman kedua di hari raya Nyepi, lalu aku lupa mengirimnya. Lalu aku ingat malam ini dan aku tambahkan beberapa kaliamat sebagai curahan hati sabahat *berubah jadi Acha*

Aku sebenarnya juga tidak begitu suka Rectoverso tapi waktu itu aku bilang aku sangat suka, aku juga tidak suka habibie ainun tapi waktu itu aku bilang aku suka karena aku tau kamu tidak suka. Lalu kamu baca aku nulis di blog tentang aku yang nggak suka film habibie ainun lalu kamu memakiku lagi sebagai pembohong. Aku suka sekali melihatmu look down on me lalu memulai makian perkara aku ini tidak punya selera dan tidak konsisten. Ah, ted… aku tidak begitu peduli apa pendapatmu tentang seleraku tapi aku suka membuatmu tidak nyaman. Aku seperti menang. Apalagi ketika aku bicara pada mantan kekasihmu “eh, sitedikun marah lagi hahhahhaa” aku akan memulai ceritaku dengan penuh tawa. Kita berdua gembira, hahahaha aku rasa aku punya hak make fun of a dude who breaks my friend’s heart kan, ted? Ted? Ted? Jangan tutup dulu tabnya!

Rasanya aneh bicara menggunakan aku dan kamu padamu, Ted. Oh iya, aku harus mengupdate cerita aku yang bertengkar dengan Ayya, aku sudah berteman baik lagi denngannya lalu kemaren kita membicarakan nama anak. Aku bilang padanya aku suka nama Kimya untuk anak perempuan, lalu nanti panggilannya Kimmi lalu Agus bilang begini : lah kalo elo mau nya nama kimmi aja ngapain haru muter dulu jadi kimya.

See, sibodoh itu tidak pernah mengerti apa-apa.

Lalu Ayya datang dengan ide segar akan memberi anak perempuan nama Phoebe. Aku berasumsi itu Phoebe friends, lalu aku menyarankan dia harusnya punya 6 orang anak bernama Ross sampai Rachel sekalian. Dan tentu aku tambahkan “lo mau anak lo seaneh si Phoebe?”

Ternyata yang dimaksud Ayya bukan Phoebe itu, tapi Phoebe lainnya yang akan membuatmu menyesal telah berteman dengan perempuan ini.

Apa kamu bisa bayangkan Ted, nanti guru SD nya calon anak perempuan Ayya akan kesulitan mengeja nama Phoebe, aku rasa anaknya Ayya akan sulit mencapai kedamaian hidup. Aku akan menyelamatkan sebagai tante keren yang punya banyak cerita memalukan ketika SD aku akan pastikan anaknya Ayya tidak akan terbebani dengan derita masa kanak-kanaknnya.

Besok aku ke Jakarta, tujuan terbesarku adalah bertemu Agus. Aku harus bertemu dengannya untuk semua rasa penasaran yang telah dia tinggalkan tentang cerita-cerita yang akan kamu tau nanti setelah aku tau akhirnya.

Hidup Agus akhir-akhir ini seru, aku selalu girang setiap hari bertanya apa kabarnya dan aku harus menemuinya untuk melakukan tiga kali ulangan rukiyah agar dia senantiasa berada di jalan yang lurus. Hahahaha Ted, I wish I could share this story to you but Agus won’t let me know the rest of the story if I do ngemberinnya sekarang. Sounds promising yaaa

Good night, Teddy.

Have a beautiful wet dream.

xo, J